Download Peta Gratis


Get a Map

Get a Map
 
Upacara Potong Gigi

UPACARA POTONG GIGI

 

Salah satu upacara keagamaan yang menjadi tradisi masyarakat Bali sampai saat ini, yaitu tradisi potong gigi



Bali merupakan salah satu destinasi popular di Dunia, bahkan banyak orang asing mengatakan Bali sebagai "The Island of God" hal ini memang beralasan, karena Bali merupakan pulau yang terkenal akan keindahan alam dan keaneka ragaman keunikan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Tidak heran bila banyak wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara yang liburan ke Bali hanya untuk melihat pemandangan alam yang menakjubkan dan budayanya yang unik yang tidak akan pernah mereka temui di tempat lain. Bahkan para wisatawan rela mengunjungi perkampungan atau pedesaan yang ada di Bali untuk melihat bagaimana masyarakat Bali menjalani kehidupannya yang diselimuti oleh banyak tradisi. Kehidupan masyarakat di Bali memang tidak pernah terlepas dari upacara-upacara keagamaan yang dimulai dari lahir sampai meninggal. Upacara-upacara keagamaan ini dilaksanakan untuk menyeimbangkan kehidupan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan manusia yang dikenal dengan konsep Tri Hita Karana. Dengan adanya keseimbangan tersebut, masyarakat Bali percaya bahwa ketentraman hidup akan terwujud.

 

potong gigiSalah satu upacara keagamaan yang menjadi tradisi masyarakat Bali sampai saat ini, yaitu tradisi potong gigi (biasanya orang Bali menyebutnya dengan metatah atau mapandes atau masangih). Tradisi ini wajib dilakukan oleh seluruh masyarakat Hindu di Bali baik itu laki-laki maupun perempuan agar pada saat meninggal dunia, seseorang bisa bertemu dengan leluhurnya di surga. Dalam praktek sebenarnya, potong gigi bukan berarti gigi dipotong hingga habis, melainkan hanya merapikan atau mengikir enam gigi pada rahang atas, yaitu empat gigi seri dan dua taring kiri dan kanan yang dipercaya untuk menghilangkan enam sifat buruk yang melekat pada diri seseorang, yaitu kama (hawa nafsu), loba (tamak), krodha (amarah), mada (mabuk), moha (bingung), dan matsarya (iri hati atau dengki). Keenam sifat buruk tersebut biasanya disebut dengan sad ripu. Biasanya tradisi potong gigi ini digelar saat anak laki-laki ataupun perempuan sudah menginjak usia dewasa yang ditandai dengan datangnya menstruasi untuk perempuan dan membesarnya suara untuk laki-laki.

 

potong gigiAdapun makna yang terkandung dalam upacara potong gigi ini, yaitu pertama sebagai simbolik bahwa seseorang telah menginjak usia dewasa. Oleh karena itu, sesorang baru boleh melaksanakan upacara ini setelah akil balig. Kedua, sebagai wujud bakti orang tua (dalam artian ibu dan bapak orang yang akan potong gigi) kepada leluhur yang telah menjelma sebagai anaknya, untuk ditumbuh kembangkan keperibadiannya. Ketiga seseorang yang telah disucikan akan lebih mudah menghubungkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi, para dewata, dan leluhur, yang diharapkan kelak meninggal dunia bisa bertemu dengan leluhurnya di alam surga. Selain makna di atas, potong gigi juga memiliki makna estetika, yaitu untuk kecantikan atau keindahan agar susunan gigi menjadi lebih rapi.



Comment
  • Ria
    01-Jul-2011 at 04:14

    wow tardisi dibali memang unik ..... budayanya beragam
    wisata bali yang memukau
    cheeerrrsss for bali
    I love Bali
    Jadi ingat waktu wisata ke bali ama keluarga
    jadi pengen kesana lagi nigh
  • Yanti
    01-Jul-2011 at 04:21

    unik banget yah tradisi nya
    bisa dikatakan bali sebagai wisata budaya di Indonesia
    kerena bali memang betul - betul unik ....

    nice share gan ..



Silahkan tinggalkan comment anda
Email anda tidak akan di publish

Nama (*)

Email (*)

Website

Comment (*)